23.9.08

dua tarian di bawah airmata perang

perang

kencing mesiu
dentum peluru
derap serdadu
tangis ibu, pilu

percik darah
teriak amarah
lontar senjata
sekan lupa, perang

pesta

seolah lupa akan lelah
seperti berlari tanpa menjejakkan ke dua kaki ke tanah
lalu hadir rasa iba
yang ingat akan juang moncong selongsong lempar
menikmati indahnya dunia tanpa peluru

tangis takut ibu dan anak
surutkah niat untuk menarik isyarat?
sumpah matipun kutaruhkan untuk berkata tidak
isu picikmu tertawa atas semua yang kau boncengi
yang kau atur seperti kumpulan korporasi atur bumi

pada akhirnya semua kembali ke tanah
karena setiap-tiap nuranimu terkutuk
acuh, bohong, kembali pada
pesta, pesta mesiu

lelah

berlari
lari
berdiri
diri
lalu tidur
lelap sendiri

12.9.08

hangat tertawa, dingin menangis

"untuk seorang teman yang kerapkali menemaniku di malam hari, meski rautnya masih bias"

Hangat Tertawa, Dingin Menangis

Tak henti sedu sabit gelap
Satu riak saat lelap
Tangis jatuh yang tak kerap
Teriak gamang tak terserap

Datang bunyi suara keras
Membuka mata tolak terperas
Kata patah terdengar bebas
Meski raut terkesan bias

Ku senyum hapus riak
Menyisakan hanya kerak
Singgung hati tak merusak
Bunga malam yang semerbak

Tak buih masuk hati
Meski menemani hingga mati
Meski menusuk seperti belati
Katamu membekas sampai nafas terhenti

Bandung, 12 September 2008

2:54 A.M.



----------------
Now playing: Stina Nordenstam - Proposal
via FoxyTunes

apatisme, ismeapatis, apasmeti blablabla..

Apatis.

Apatis terhadap siapa?

Apa yang di-apatis-kan?

Keseharianku yang stagnan tidak pernah bisa menghentikan tangan kananku berhenti menulis, jari-jariku menari di atas papan berisi huruf dan angka dan simbol-simbol bias..

Menari.. Menulis, meski tidak indah.

Terkadang, menikmati hidup persis seperti saat kita meminum secangkir kopi yang masam karena memasukkan terlalu banyak gula ke dalamnya.

Ibaratkan kopi adalah hidup, masam adalah hasil jerih payah, dan gula adalah hal yang kita lakukan demi meraih hasil yang kita inginkan.

Kita menyeduh kopi dengan air panas, lalu kita mencoba meminumnya dalam usaha pertama, terasa pahit, lalu kita menambahkan gula ke dalamnya, namun masih terasa pahit di lidah, akhirnya kita terlalu banyak menambahkan gula lalu yang terasa adalah masam. Mungkin seperti hidup yang selalu ingin terasa manis dan mencoba meraihnya dengan cara secepat mungkin, dan tidak belajar dari pengalaman pertama dan merangkak dari bawah.

Huh, Perumpamaan yang buruk, tapi ini lah yang ku bisa.

Kegagalan bukan hal yang harus ditangisi.

Hah!! Kata-kata itu terlalu lazim dikatakan banyak orang. Oh, bakarlah semangatku, kata-kata tersebut sangat memiliki kekuatan.

Gagal? Menyerah? Lalu berhenti hidup dengan cara bunuh diri? Atau menjadi apatis terhadap diri sendiri.

Percuma kita menganggap orang lain apatis terhadap dunia luar, sementara kita masih apatis terhadap diri sendiri. Yang menjalani keseharian, dengan harapan menjadi sesuatu yang dipandang oleh semua mata.

Lebih baik terpejam daripada selalu mengomentari orang lain sementara kita sendiri masih perlu dikomentari.

Terkadang aku terlelap di malamku, hanya terkadang, karena acapkali adzan subuh menemaniku tidur. Mataku hanya bisa terpejam setelah merasa lelah dan tidak terpaksa.

Aku tidak bisa memaksakan kehendak mataku untuk terpejam meski semua orang mengatakan paksakan saja, karena kaupun akan tertidur. Sayangnya, aku masih sulit percaya, aku masih sulit melakukannya.

Aku pun terpejam, tanpa terpaksa, dengan ikhlas.

Tujuanku hanya satu, istirahat. Aku menyadari yang terpenting dalam hidup ini adalah kemampuan untuk menenangkan diri, peduli kepada diri sendiri agar kita tidak terlalu terbebani dengan masalah.

Masalah dengan diri sendiri.

Masalah diri sendiri kita anggap angin lalu. Dampaknya mungkin tidak instan dan tak terasa dalam hitungan jam, tapi mungkin dalam hitungan hari, bulan, tahun. Setelah kita lupa dengan masalah personal karena ketakutan kita untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, di masa depan, kita dihadapi dengan masalah yang sama dan telah kita lupakan, dan sialnya kita telah berhadapan dan tidak bisa kita hindari.

Dan mengahadapi masalah yang tidak kita pedulikan acapkali menjadi pelontar positif menjadi negatif. Apa yang terjadi?

Mati rasa, mati rasa menghadapi hidup dan saat itu juga keluhku, tak terelakkan, air mata berlarian, tanpa mampu dikejar oleh jariku.

Apatis..



----------------
Now playing: Stina Nordenstam - Little Star
via FoxyTunes

4.7.08

Midnight to end a story full of hope

Midnight to end a story full of hope

Reminiscing my own awaiting memory.
Spreading the pain of a flown story.
Story told, story suffered, story goes, story over.
Started my own bright day to reminisce tonight.
Ended the night to reminisce the day.
Beautiful walk when the sun waves goodbye.
Big laugh on the evergreen we swallow.
Holding each others hands like this moment would last forever.
Joyful heart of mine seeing your hands waving goodbye.
And praying that the day we spent would feel like a precious moment.
Ran back home, so the moon would still light.
Before the moon gets too dark.
So I won’t get lost on my way home.
And would still get the chance to,
Say goodnight, sing a lullaby for you
I was sure that I will get there, my chance.
You’re my morning, you’re my sunshine, you’re the hands that I hold to, you’re the moon that’s right beside me when I fall asleep, and you’ve got to be sure that I am too.


July 3rd 2008

7:30 P.M.


----------------
Now playing: Stina Nordenstam - Hopefully Yours
via FoxyTunes

1.7.08

citra.

seorang bocah berlari dan kabur setelah melihat saya dan teman saya berjalan di belakangnya dan mengira kami adalah tukang palak karena melihat penampilan kami yang disebut punk.
pencitraan bahwa punk adalah kriminal.

sekelompok true hardcore mendatangi sebuah gig emo lalu berteriak "emo sucks" dan memboikot acaranya.
pencitraan bahwa emo is not hardcore and has to be erased from the scene.

seorang anak gadis tidak disetujui oleh orang tuanya berpacaran dengan seorang anak punk yang dandanannya tidak rapih.
pencitraan bahwa punk adalah kaum bodoh yang anti-edukasi.

seorang penikmat musik metal yang berjalan melewati rumah ibadah sambil memakai sweater bergambar orang sedang (maaf) disalib sambil dibakar dipandang jijik oleh dewan keluarga rumah ibadah atau remaja rumah ibadah.
pencitraan bahwa penikmat musik metal adalah orang yang anti-religi dan anti-tuhan.

seorang pemuda instant menolak memulai bisnis kecil-kecilan di komunitas bermainnya karena malu.
pencitraan bahwa seseorang akan terlihat sebagai orang yang kesulitan karena berdagang untuk menambah uang saku ketimbang dengan mudah meminta kepada orang tua.

remaja-remaja borjuis menolak datang ke acara seni budaya lokal ketimuran.
pencitraan bahwa budaya ketimuran dan lokal adalah kuno dan usang karena budaya kebarat-baratan lebih menunjukkan kredibilitas mereka sebagai orang kaya.

di atas adalah pengalaman saya selama menjalani hari-hari saya di kota Bandung ini, yang penuh dengan pencitraan negatif dengan hal yang saya sendiri geluti.
pencitraan media, pencitraan sesepuh, pencitraan orang tua, pencitraan seorang
role model, pencitraan saya, kamu, dia, mereka, siapapun. sebuah citra negatif dapat berubah dengan sebuah pembuktian positif. close minded people are given the chance by god to open their damn minds. so open your eyes and think back.
maaf jika ada tulisan saya di atas yang menyinggung sebuah komunitas atau orang. tidak ada maksud menyindir atau memojokkan, tetapi memang itu yang saya rasakan di sekitar saya. saya sendiri tidak lebih dari seorang new kids on the block yang baru saja mulai menikmati rasanya bergerak di dalam movement seperti ini jadi sama sekali tidak bertujuan untuk menggurui.
june1st08.



Now playing: Hammock - Stars In The Rearview Mirror

Now playing: Hammock - Kenotic

Now playing: Hammock - Miles To Go Before Sleep

Now playing: Hammock - Wish

Now playing: Hammock - Overcast Sorrow

Now playing: Hammock - Glacial
via FoxyTunes

1.3.08

Words of Blues

Love will come with a brew.
A brew made enough for us two.
We'll enjoy it outside when the sky is blue.
And realize that it was made for me and you!
-Anno, 2008